PERANCANGAN ALAT BANTU PEMBUKA BEARING PADA GEAR BOX MOTOR DENGAN SISTEM OTOMATIS
Keywords:
Alat Bantu Pembuka Bearing Otomatis, Gear Box Motor Matic, Bearing.Abstract
Pembukaan bearing pada bak persneling (bak transmisi) motor sangat sulit dilakukan. Posisi bearing yang terbenam pada bodi bak dan yang berada diluar hanya bagian alur saja dengan bibir alur setebal 2,5 mm, sehingga sulit dijangkau oleh alat pembuka yang ada. Proses pembukaan ini akan lebih sulit lagi apabila bearing sudah lama dipakai sehingga menempel dengan kuat sekali pada bodi maupun pada poros. Dengan alat yang sudah ada saat ini pembukaan dilakukan dengan sistem dua baut yang menjepit bearing pada dua sisi dan kemudian ditarik dengan dua buah mur penarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perancangan alat bantu pembuka bearing pada gear box motor dengan sistem otomatis dan manual. Dalam penelitian ini untuk memperoleh hasil data yang diperlukan maka peneliti menggunakan metode kajian literatur, pengamatan mesin, pembongkaran dan pengecekan. Dari hasil pengujian alat untuk membuka bearing dengan manual lama waktu yang dibutuhkan 120.6 detik, menggunakan pelepas bearing otomatis dibutuhkan waktu 55.2 detik, untuk melepas dengan manual lama waktu yang dibutuhkan 172 detik, menggunakan pelepas bearing otomatis dibutuhkan waktu 59.6 detik. Efisiensi waktu yang dapat dihemat dengan alat ini yaitu untuk proses memasang ±54.23% untuk proses melepas 65.35%. Dengan demikian perancangan alat sesuai dengan tujuan perancangan yaitu dapat melakukan overhaul part crankshaft dengan cepat, dan aman dibandingkan secara manual. Kesimpulan pemecahan masalah tersebut maka dibuat alat penarik dengan sistem otomatis dengan menggunakan dynamo listrik yang dapat mengait pada seluruh keliling alur bearing dan batang penariknya bertumpu pada poros, sehingga penarikan dapat dilakukan pada titik pusat lingkaran bearing. Dengan demikian penarikan dapat dilakukan sangat seimbang, sehingga bearing dapat keluar dengan mudah, aman dan cepat dalam waktu yang singkat dan tidak menyebabkan bearing maupun bodi bak transmisi menjadi rusak